( Aku ,,, Kamu ,,, Dia ,,, Kami ,,, Kalian ,,, Mereka ,,, Beliau ,,,
Engkau ,,, Anda ,,, Saya ,,, Kita ,,, Smua Pelaku Dalam Menyerupai
Segala Bentuk Angin Daun ,,, Tapi Hanyalah Sebuah Dosa Yang Tak Pernah
Dimengerti ,,, Antara Semuanya Ada Satu Yang Tak Bisa Tak Ada Yaitu
Spasi ,,,)(bangsawan-keperihan esok)
(Dalam aku hanya bisa menghayalkan apa yang kan terjalani esok ,,, pasti kau pun begitu ,,, tapi semua hanyalah sebuah buah pikiran yang bisa membuat semuanya berlaku tak seperti apa yang boleh terjalani di rumah hati yang selalu terbelenggu oleh apapun ,,,)(bangsawan-keperihan itu)
(Dengan semua yang telah ,,, Aku pun tak dapt lagi merasakannya ,,, Aku rindu kesederhanaan dalam itu ,,, Aku hanya berusaha ,,, Semoga usaha tak jadi angin kesiaan ,,,)(bangsawan-keperihan menghantui)
(Berikan sejuta tawa kembali ,,, berikan sejuta kasih kembali ,,, karna kini keperihan yang ku rasa ,,, saat kalian tak bersama ,,,)(bangsawan-keperihan ketiadaan "edisi khusus sahabat")
(Matahari pagi telah meniadakan sosok lembutnya ,,, dan trus menggoreskan rasa keperihannya dalam ini ,,, menyunting catatan pun takkan pernah akan mengubah segala rasa seblum rasa yang lain tumbuh mencuak ,,,
Karna semuanya bermuara di tengah telaga keperihan ,,,)
(bangsawan-keperihan terasa)
(Hari kini telah jauh lebih berbeda dengan yang pernah dirasa saat bangun tidur dulu ,,, saat mata melihat keindahan yang buram ,,, saat telinga mendengarkan yang tak jelas ,,, dan saat lisan mengatakan yang tak dapat dipercaya seutuhnya ,,, karna keperihan kan ingin terbuang dengan keinginan diri ,,, ) (bangsawan-keperihan lalu)

0 komentar:
Posting Komentar