Berselang beberapa waktu, ku menua tanpa hadir secercah pun cahya
Asap tinggi mengepul hilang arah, lalu hanya mengikuti angin
Menatap pun sudah tak layak, ku rasa
Ini bukan tentang penyesalan, melainkan tatapan yang baru
Reformasi kerangka hidup, bersorak sorai menyentuh daging perasaan
Memadu kasih, bersama kutang yang terjemur panas, menghitam
Sepasang mata mengawinkan pandangan pada sesosok kelam
Ini bukan tentang penyesalan, melainkan tatapan yang baru
Jauh menapaki alam raya, mengitari ruang-ruang hampa tengkorakku
Pening dalam semangat, tidur dalam selimut kemunafikan
Malam berbisik meminta maaf karna gelap
Ini bukan tentang penyesalan, melainkan tatapan yang baru

0 komentar:
Posting Komentar