16/02/14

Tanpa Makna

Gantung aku di tiang itu,
ketika aku tak seperti kau
Seret aku dengan dokar itu,
ketika aku khianat pada kau
Ludahi aku tepat di wajah kusamku,
ketika aku tak elok tuk kau pandang
Tampar aku hingga ku terlempar,
ketika aku melecehkan kau

Akan ku gantung kau
Akan ku seret kau
Akan ku ludahi kau
Akan ku tampar kau
Ketika kau seperti aku

Berjalan dengan titian tipis,
menuju titik yang benderang sedikit
Terjatuh pada tepian tebing asa yang tinggi menggelinding
Mencoba terbang dengan tiga helai bulu kaki yang dimiliki
Terpelanting, teraniaya, dan mati dalam ketidakpastian yang belum tersirat

Read More

03/02/14

Mengudara Intim

Mengudara di atas awan putih
Pulau Jawa sekarang berada tepat di bawahku
32.000 ft dpl (lupa) mencoba fokus pada satu titik di ujung sana
Barangkali ada yang tersenyum menatapku yang sedang terheran-heran dengan luasnya langit ini

"Dimana Singgasana Tuhan ?"
pikiran nakalku mulai ingin eksis dalam destinasi ini
"Apakah nahkoda perahu terbang ini belum cukup pengalaman
untuk sampai kesana ?" dalam benakku menggerutu
"Ayo ! Lebih tinggi lagi !" pekikku pada sang sopir angkutan udara itu

Bergetar bangkuku, membuat keningku terantuk pada jendela
kala ku mengitip terus keluar
Gesekan dengan segumpalan awan sebabnya
Tapi mungkin juga Tuhan menegurku karna pertanyaan-pertanyaan nakalku
Entahlah.. Yang jelas aku ingin terus bercumbu dengan pemandangan ini

Read More

31/01/14

Hikmad di Tengah Gerimis Magrib

Usai ashar kerinduan itu selalu datang
Cahya temarang yang disajikannya selalu menggugah
Kuning keemasan, itu warna yang ditangkap inderaku
Indah benar lukisanMu Tuhan

Magrib ini gerimis datang menyuntikkan tambahan rasa
Sejuk aromanya menusuk bagian luar tubuh
Nyanyian muadzin pun mengiyakan seluruh yang terasa
Indah benar ciptaanMu Tuhan

Senja ini ada yang sedikit berbeda, yaa parasnya
Merah lampion itu menyemarakkan segala jagat tanah ini
Saudara, sahabat, teman kita sedang meriah dalam balutan hikmad Imlek
Indah benar negeri ini Tuhan

30 januari, penghujung tahun cina, saat terbenam matahari
Kubersujud di hadapanMu Tuhan semesta alam raya
Mengucap syukur atas segenap rasa yang tersentuh
Kami beda karna kami Indonesia

Read More

23/01/14

Kini Kembali

Kini kembali aku akan memulai babak baru
Di dalam rasa yg dalam
Di dalam dimensi lain ruang fikir ku
Kini kembali aku akan mencoba memaknai lagi
Di segala yang berubah
Di segala yang menua
Kini kembali aku akan bertanya dengan waktu
Mengapa, mengapa, mengapa itu tanyaku pada waktu
Mengapa kau menjajah setiap jiwa yang lengah?
Mengapa kau terus menggelapkan mata
setiap insan yang tak terlalu faham akan makna hilang?
Mengapa kau masih saja menyelinap di setiap renungan-renungan malam hamba yang berdosa?

Read More

22/07/13

Dia Hujan

Air itu pun kembali menyapa
Seakan akrab dengan tiap-tiap unsur kehidupan
Dia seakan membicarakan satu demi satu pesan dari langit
Dia seakan nelantunkan nyanyian-nyanyian dengan notasi teratur
Lagi, lagi, dan lagi
Lagi, lagi, dan lagi
Lagi, lagi, dan lagi
Dengan tenang anak itu mencoba mengartikan bahasa air
Dengan khusus anak itu membagi tiap pendengarannya
Instrumen Kenny -Forever in Love- di telinga kiri
Bait rintik di telinga kanan dan visual rintik dengan mata kecilnya
Dia rindu hujan
Read More

Tatapan

Berselang beberapa waktu, ku menua tanpa hadir secercah pun cahya
Asap tinggi mengepul hilang arah, lalu hanya mengikuti angin
Menatap pun sudah tak layak, ku rasa
Ini bukan tentang penyesalan, melainkan tatapan yang baru

Reformasi kerangka hidup, bersorak sorai menyentuh daging perasaan
Memadu kasih, bersama kutang yang terjemur panas, menghitam
Sepasang mata mengawinkan pandangan pada sesosok kelam
Ini bukan tentang penyesalan, melainkan tatapan yang baru

Jauh menapaki alam raya, mengitari ruang-ruang hampa tengkorakku
Pening dalam semangat, tidur dalam selimut kemunafikan
Malam berbisik meminta maaf karna gelap
Ini bukan tentang penyesalan, melainkan tatapan yang baru

Read More

23/05/13

RIHLAH ALAM IKA PPNU





























Read More